Program Studi KALK

PROGRAM STUDI KALK

Program studi ini ditujukan untuk membentuk professional dibidang pelabuhan yang memiliki kemampuan mengelola layanan kepelabuhanan termasuk pengurusan perpindahan barang baik dalam maupun luar negeri, pengelola berbagai tipe dan ukuran armada kapal laut, dan manajemen logistik.
Pasaran kerja :

  • Operator Pelabuhan-pelabuhan
  • Perusahaan Pelayaran
  • Perusahaan Ekspor dan Impor
  • Perusahaan Asuransi
  • Freight Forwarder
  • PNS Istansi Pemerintah /TNI/Polri

Visi Program Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) PIP Makassar

“Menjadi Program Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan terdepan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, inovatif, dan unggul dalam riset transportasi laut, logistik maritim, dan kepelabuhanan.”


Misi Program Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) PIP Makassar

1.⁠ ⁠Menyelenggarakan pendidikan di bidang transportasi laut, logistik maritim, dan kepelabuhanan yang profesional dan adaptif. 
2.⁠ ⁠Mengembangkan penelitian dan inovasi dalam manajemen transportasi laut, logistik, dan kepelabuhanan. 
3.⁠ ⁠Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di bidang pelayanan transportasi laut dan logistik maritim. 
4.⁠ ⁠Meningkatkan jejaring kerja sama dengan industri pelayaran, logistik, dan kepelabuhanan nasional maupun internasional. 
5.⁠ ⁠Membentuk lulusan yang profesional, inovatif, dan mampu bersaing di dunia kerja global.

Mengembangkan program studi sarjana terapan dan pasca sarjana berbasis transportasi dan kepelabuhanan, meningkatkan sarana prasarana diklat dengan mengafektifkan tata kelola sumber daya manusia dan program studi yang mandiri, transparan, akuntabel dan efisien.

Persyaratan Calon Taruna

Persyaratan Peserta Diklat Pembentukan Kompetensi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan program pendidikan Diploma - IV (D - IV) Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) Operasional Pelabuhan Konvensional adalah yang memiliki :

  1. Usia maksimum 23 tahun;
  2. Pria atau wanita;
  3. Belum menikah dan sanggup tidak menikah selama masa pendidikan yang dibuktikan dengan surat keterangan belum pernah menikah;
  4. Tinggi badan minimal Pria 160 cm dan Wanita 155 cm;
  5. Berijazah : SMA atau Madrasah Aliyah (MA) – IPA/IPS/Paket C disertai Raport Kelas1, 2 dan 3 serta surat keterangan peserta ujian nasional bagi yang belum lulus;
  6. Surat kenal lahir / akte kelahiran;
  7. Tanda pengenal yang sah, KTP atau SIM;
  8. Lulus seleksi penerimaan calon Taruna yaitu administrasi, kesehatan, akademik, kesamaptaan, psikotes dan wawancara