431 PERWIRA TRANSPORTASI LAUT DILANTIK DI PIP MAKASSAR

Updated on May 20, 2026

Makassar (19/05) – Sebanyak 431 peserta didik resmi dilantik sebagai perwira transportasi laut dalam rangkaian acara Bon Voyage Diklat Ahli Nautika/Teknika Tingkat I dan Penutupan Diklat Pelaut Ahli Nautika/Teknika Tingkat II, III, IV, dan V Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. Acara berlangsung khidmat di Gedung Geomaritim, Kampus II PIP Makassar, Jl. Salodong, Kel. Untia, Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026, dengan mengusung tema "Kolaborasi Inovatif Akademisi dan Industri dalam Mengembangkan Teknologi Pelayaran". Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Budi Rahardjo, S.Sos., M.Si.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Perhubungan, dan dilanjutkan dengan laporan pendidikan yang dibacakan oleh Capt. Rudy Susanto, M.Pd., selaku Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Serta pengalungan samir kepada semua peserta.

Ke-431 perwira yang dilantik berasal dari beberapa program diklat peningkatan. Pada jenjang Tingkat I, tercatat ANT I sebanyak 18 orang dan ATT I sebanyak 20 orang. Tingkat II diikuti oleh ANT II 44 orang dan ATT II 51 orang, sementara Tingkat III tercatat ANT III 28 orang dan ATT III 4 orang. Pada Tingkat IV, sebanyak ANT IV 52 orang dan ATT IV 26 orang. Adapun peserta terbanyak berada pada Tingkat V, yakni ANT V 123 orang dan ATT V 65 orang, sehingga total keseluruhan peserta yang dilantik berjumlah 431 orang.

  

Dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara, Budi Rahardjo menyampaikan selamat kepada seluruh peserta atas pencapaian yang diraih melalui kerja keras dalam mengalokasikan waktu untuk meningkatkan kompetensi. Ia mengingatkan bahwa momen pelantikan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal memasuki dunia kerja yang menuntut kedisiplinan tinggi, integritas, kemampuan teknis, serta kesiapan mental dalam menghadapi dinamika pekerjaan di laut.

"Jangan berpuas diri hanya karena saat ini tenaga pelaut kita masih diterima pasar. Perlu kesadaran bersama untuk selalu mampu dan tanggap menyesuaikan diri dengan kemajuan terkini."

Budi Rahardjo juga menyoroti tantangan terbesar yang kini dihadapi industri maritim global, yaitu transformasi menuju energi hijau dan pelayaran berkelanjutan. Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, efisiensi energi kapal, dan pengurangan emisi karbon telah menjadi agenda utama sektor pelayaran internasional. Para perwira transportasi laut, tegasnya, dituntut tidak hanya mampu mengoperasikan kapal secara teknis, tetapi juga memahami aspek keberlanjutan dan keselamatan maritim secara komprehensif. Kemampuan adaptasi teknologi serta kesadaran terhadap risiko-risiko digital yang terus berkembang menjadi kompetensi yang tidak bisa diabaikan oleh pelaut masa depan.

"Jangan pernah berhenti meningkatkan kemampuan diri. Pembelajaran tidak cukup hanya saat kita menjalani pendidikan dan pelatihan, tetapi harus terus menjadi bagian dari kita dalam bekerja."

Melalui kegiatan ini, PIP Makassar menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan pelayaran yang tidak hanya mencetak perwira kompeten secara teknis, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk adaptif menghadapi perubahan industri maritim yang terus bergerak maju. Sebanyak 431 perwira transportasi laut yang hari ini dilantik diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pelayaran Indonesia yang aman, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di kancah internasional.

Makassar, 19 Mei 2026